Masjid Agung Semarang Dengan Kubah Terindah di Jawa Tengah

Fast response info Kontraktor Kubah Masjid: +6282210001369 (Fauzan Al Fatih)

Tempat ibadah bagi umat muslim yang bernama masjid tentu tidak akan lepas dari bermacam bentuk kubah. Hal tersebut karena kubah secara umum difungsikan sebagai penunjuk arah kiblat, pelindung umat muslim yang beribadah didalamnya, serta menerangi masjid (dibantu dengan pemasangan lampu lampion atau lampu kristal ukuran besar). Dalam setiap pemasangannya, kubah pasti akan selalu diletakkan di bagian atap masjid dengan berbagai bentuk, seperti bola, kerucut, bawang, kubah piring, maupun lainnya. Bentuk kubah yang beraneka ragam ini umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari:

  1. Luas bangunan masjid yang akan dilengkapi dengan bangunan kubah,
  2. Arah kiblat yang disesuaikan dengan bentuk kubah agar orang yang berada diluar masjid lebih memahami arah untuk melakukan shalat.
  3. Ciri khas yang ingin dibangun oleh masyarakat pemilik masjid, dimana secara umum setiap kubah yang dibangun akan menandakan karakter Islami yang ingin dibangun masyarakat setempat,
  4. Efek pencahayaan yang diinginkan dan dalam hal ini akan ada sangkut pautnya pula dengan luas bangunan masjid.

Saat melihat berbagai faktor dan manfat kubah diatas, Anda akan semakin paham mengapa kubah yang hadir di Indonesia sejak akhir abad ke-19 tersebut, menjadi ikon yang penting untuk diletakkan diatas masjid maupun musholla. Satu kisah kubah masjid yang menarik diantara sekian banyak kubah masjid di Indonesia adalah kubah masjid Agung Semarang. Saat Anda berkunjung ke kota Semarang dan datang ke area masjid yang terletak di Jl. Gajah Raya Semarang, Anda akan melihat keistimewaan masjid yang dibangun tahun 2002 tersebut. Berikut adalah kisah lengkapnya.

 

Latar belakang

Awal mula pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah ini tidak lepas dari kembalinya tanah wakaf Masjid Besar Kauman Semarang, setelah sempat masuk dalam kasus tukar guling antara BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) Depag dengan PT Tensindo. Diatas tanah seluas 10.000m2 tersebut kemudian dibangun masjid yang desainnya diprakarsai oleh Ir. H. Ahmad Fanani. Bangunan yang dibangun sejak tahun 2002 tersebut mengambil pembiayaan dari APBD daerah dan pada saat pembangunan, pemasangan tiang pancang pertama dilakukan oleh Menteri Agama RI saat itu Prof. Dr. H. Said Agil Husen Al-Munawar, KH. MA. Sahal Mahfudz, serta H. Mardiyanto. dalam prakteknya, arsitektur masjid yang satu ini mengacu pada arsitektur Yunani dan Romawi yang dipadukan dengan adat Jawa Tengah.

 

Eksterior

Dari latar belakang yang tersedia, tidak mengherankan jika masjid ini dibangun dengan biaya yang relatif besar dan bahkan diresmikan langsung oleh Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika Anda datang ke masjid ini, Anda akan melihat kubah utama yang memiliki diameter 20, dan 4 menara yang tingginya mencapai 62m. Tak hanya itu, Anda juga akan melihat berbagai keistimewaan lain, seperti:

  1. Satu menara terpisah yang terletak di bagian selatan dan memiliki tinggi sekitar 99m sebagai pertanda Asmaul Husna (nama Allah yang disebutkan dalam AlQur’an).
  2. 25 pilar berwarna ungu yang dihiasi kaligrafi ayat suci dan nama-nama Nabi serta Rasul. Pilar-pilar tersebut saling terhubung satu sama lain dan membentuk bangunan layaknya Colloseum yang ada di Roma.
  3. Ketika Anda masuk melalui gerbang masjid, Anda akan melihat tulisan syahadat yang dilengkapi juga dengan ucapan sambutan dengan gaya huruf Arab Melayu.

Interior

Saat Anda masuk kebagian dalam masjid, Anda akan melihat bangunan yang sangat luas dengan pilar warna putih dan lantai dengan keramik warna cokelat. Selain lampu dan bangunan bertingkat Anda bisa menikmati berbagai fasilitas yang masuk dalam interior bangunan, antaralain:

  1. Radio DAIS yang ada dilantai satu biasanya digunakan untuk syiar dakwah maupun kegiatan lain yang berhubungan dengan operasional masjid secara khusus dan masyarakat Semarang secara umum.
  2. Lantai dua dari masjid digunakan untuk menyimpan berbagai jenis memorabilia yang berkaitan dengan perkembangan Islam di Jawa Tengah. Itulah sebabnya masyarakat yang datang ke masjid bisa juga menambah ilmunya untuk memahami perkembangan Islam yang terjadi di tanah Jawa pada umumnya dan tanah Jawa Tengah pada khususnya.
  3. Area serambi masjid dilengkapi dengan payung elektrik yang dioperasikan dengan menggunakan sistem hidrolik seperti pada Masjid Nabawi Mekkah. Payung yang berjumlah 6 buah tersebut memiliki diameter 14m dan umumnya akan selalu dibuka pada saat shalat Jumat, shalat Idul Fitri serta Idul Adha. Tentunya dengan catatan tidak ada cuca ekstrim yang sedang terjadi atau kecepatan angin kurang dari 200knot.
  4. Dalam interior masjid terdapat juga bedug raksasa yang merupakan replika dari bedug Pendowo Purworejo. Bedug tersebut memiliki ukuran panjang 310cm, diameter 220cm dan dibuat oleh para santri Al Falah menggunakan kulit lembu dari Australia.
  5. Saat Anda menelusuri masjid, Anda juga akan menemukan koleksi AlQur’an raksasa yang ditulis oleh Drs. Khyatudin.
  6. Jika Anda ingin menjelajahi masjid lebih jauh hingga kelantai 18, Anda akan menemukan rumah makan yang berputar dengan aneka masakan berharga terjangkau. Didekatnya juga ada fasilitas ruang untuk pelaksanaan akad nikah maupun kios penjual cinderamata.
  7. Saat naik satu lantai ke area lantai 19, Anda akan menemukan gardu pandang yang biasa digunakan untuk memantau rukyat hilal.

Baca juga: Harga Kubah Masjid

Leave a Reply